tiori minat membaca

BAB II
LANDASAN TEORI
A. KAJIAN TENTANG MINAT BACA.
1. Pengertian Minat Baca
Menurut Syaiful Jamarah Minat baca adalah keinginan dan kemauan kuat untuk selalu membaca setiap kesempatan atau selalu mencari kesempatan untuk membaca. (Jamarah,2005: 24)
Hal senada juga dikemukakan syaiful Rijal dalam majalah Edukasi, No.03.
Menurut Gage dalam Syaiful rijal, minat baca dibagi menjadi dua, Yaitu minat baca spontan dan minat baca terpola. Minat baca spontan adalah minat baca yang tumbuh dari motivasi personil pembaca (siswa). Sedangkan minat baca terpola adalah minat baca yang berlangsung dalam kegiatan mengajar di sekolah.
Minat baca perlu ditanamkan dan dipupuk pada diri setiap manusia (siswa) baik oleh diri sendiri atau oleh orang lain, untuk dapat diharapkan prestasinya terus meningkat di masa yang akan datang. Guna meningkatkan minat baca ada banyak cara yang perlu dilakukan, termasuk diantaranya seperti yang dikemukakan Dr. Tarigan adalah:
Pertama, berusaha untuk selalu menyediakan waktu untuk membaca secara rutin. Haruslah kita sadari bahwa orang yang dapat membaca dengan baik adalah orang yang biasa berpikir dengan baik pula.
Kedua, biasakanlah untuk dapat memilih bacaan yang baik dan kita butuhkan. Masalah yang sering kita hadapi adalah kita dapat belum dapat memilih buku bacaan yang baik, juga karena terbentur oleh sempitnya waktu hingga kita tidak dapat membaca buku dalam jumlah yang banyak.oleh karena itu diperlukan keterampilan dalam memilih bahan bacaan. (Tarigan, 1987 : 108).
Peningkatan minat baca dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya :
a. Menyediakan bahan bacaan;
b. Pemilihan bahan yang baik;
c. Memiliki kesadaran dan minat yang tinggi terhadap membaca;
d. Penyediaan waktu untuk membaca.
sehingga bisa kita simpulkan bahwa cara yang paling efektif untuk meningkatkan minat baca adalah menciptakan kondisi cinta baca.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan minat pada umumnya dan minat baca pada khususnya menurut Abu Ahmadi (1992: 150-151) adalah sebagai berikut :
1. Pembawaan
Bila pembawaan minat siswa itu tinggi , maka siswa itu akan memiliki dorongan dan semangat tinggi dalam melaksanakan kegiatan membaca. Bigitu pula sebaliknya.
2. Latihan dan kebiasaan
Menumbuhkan latihan dan kebiasaan membaca dalam diri merupakan hal paling utama yang harus dilakukan para pembaca dan para pendidik.
3. Kebutuhan
Adanya kebutuhan tentang sesuatu memungkinkan timbulnya perhatian terhadap objek tersebut.
4. Kewajiban
Membaca adalah sebuah perintah dari langit. Pentingnya membaca dalam pandangan Islam tergambar dalam ayat yang pertama kali turun kepada Rosulullah.

5. Keadaan jasmani
Sehat jasmani juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat baca. Jika kondisi jasmani terganggu kesehatannya maka secara otomatis yang bersangkutan tidak dapat beraktifitas banyak dan minatpun akan berkurang.
6. Suasana jiwa
Jiwa adalah daya hidup rohaniyah yang bersefat abstrak yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan.
7. Suasana sekitar
Suasana sekitar yang kondusif secara absolute diakui sebagai stimulus dalam meningkatkan minat secara umum.
8. Kuat tidaknya rangsangan
Adanya rangsangan yang membangkitkan gairah dan memotivasi siswa menumbuhkkan semangat dan antusiasme sehingga akan berpengaruh pada peningkatan minat seseorang.

Sejalan dengan itu Rosyidi (1987:13) menjelaskan bahwa minat baca bukanlah suatu yang tumbuh secara otomatis, melainkan minat baca ditanam, ditumbuhkan serta dipupuk sejak usi dini. Dalam membangun minat baca diperlukan bantuan serta partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat mulai lingkungan sekolah (guru), lingkungan masyarakat, pemerintah dan paling utama adalah dukungan keluarga.
Minat baca yang tinggi adalah suatu keadaan yang dapat memberikan harapan besar terhadap prestasi dan kesuksesan anak pada masa itu ataupun masa yang akan datang.

3. Ciri-ciri minat baca
Syaiful Rijal (Edukasi.N0.03.2005) mengemukakan bahwa seorang anak yang mempunyai minat baca tinggi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1. Senantiasa berkeinginan untuk membaca
“Buku itu Gudangnya ilmu, membaca adalah kuncinya”
Sejatinya membaca nyaris identik dengan ilmu pengetahuan, suatu aspek peradaban manusia yang utama mengantarkan manusia dapat mengembangkan kehidupannya.
Budaya membaca merupakan salah satu penentu utama yang membuat ilmu pengetahuan berkembang pesat dan mengantarkan manusia ke dalam kehidupan dinamis, serta berwawasan luas sehingga manusia gampang dalam menjalankan kehidupannya.
2. Mempunyai kebiasaan dan kontinuitas dalam membaca
Pada saat ini minat dan kegemaran membaca masyarakat kita masih tumbuh pada lapisan tertentu, yaitu kalangan akademisi, tokoh masyarakat dan yang karena kedudukan dan tugasnya dituntut untuk membaca. Bagai sebagian besar masyarakat termasuk peserta didik, kegiatan membaca belum merupakan kebiasaan bahkan mereka masih menganggap bahwa tanpa membaca sekalipun seseorang dapat mencapai sesuatu yang diinginkan. Untuk tu harus ada upaya yang sungguh-sungguh dan konsisten dalam membudayakan gemar membaca.
3. Memanfaatkan setiap peluang waktu dengan membaca
Kesempatan dan peluang untuk membaca banyak dimiliki oleh setiap orang, namun sedikit yang dapat memanfaatkan setiap peluang tersebut untuk membaca. Membaca adalah satu hal yang kurang diminati oleh masyarakat umum bahkan cendrung ditakuti karena dianggap membosankan dan menjemukan. Hanya kalangan tertentu yang mempunyai minat baca yang tinggi sajalah yang akan menggunakan setiap peluang waktu untuk membaca.
4. Faktor yang mempengaruhi membaca
Membaca untuk sebagian orang memang hal yang sangat berat, namun membaca untuk sebagian siswa sebaliknya, seorang yang terasa enggan atau berat dalam membaca mungkin orang ntersebut tidak memilki tujuan yang lebih luas dari suatu informasi yang diterimanya.
Dalam membaca secara langsung ataupun tidak langsung memang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri pembaca maupun dari faktor luar pembaca. (Saputra, 2004: 1)
1. Faktor Internal atau dalam diri pembaca terlihat bahwa orang itu adalah :
a. Tidak memiliki minat baca yang tinggi sehingga mereka dapat mencari informasi dari media lain, selain mereka dituntut membaca yaitu radio atau televisi
b. Adanya anggapan bahwa membaca itu sulit karena banyak kata-kata yang mungkin tidak dapat terekam dengan cepat dan mudah.
c. Kurangnya pengetahuan tentang membaca sehingga mereka cepat bosan, tidak sabar, dan malas untuk membaca.
d. Kebiasaan sejak kecil yang salah

2. Faktor eksternal atau luar dri pembaca, kita tidak pernah atau cenderung malas membaca itu karena adanya beberapa hal, antara lain :
a. Kurangnya buku atau bahan bacaan yang menarik dan bermutu.
b. Pendidikan yang diterapkan oleh guru atau orang tua tidak memberikan contoh dan tidak dianjurkan membaca.
c. Situasi, kondisi, keluarga, dan masyarakat yang tidak mendukung.
Dr. Raghib As-Sirjani dan Amin al-Madari memberikan penjelasan tentang factor yang mempengaruhi membaca anak didik adalah sebagai berikut :
9. Apa tujuan anda membaca ?
Secara mutlak cara ini ialah cara yang paling penting, yakni menghadirkannya. Dalam hal ini untuk melakukan proses membaca selalu terpatri dalam dirinya, karena Allah SWT dengan kalimat perintah langsung “ Bacalah … “ karena itu saya membaca dalam rangka taat kepada Allah juga agar berguna bagi dunia dan akhirat serta berguna bagi umat.
10. Menyusun perencaan dalam membaca
Membaca perlu emlihat fasilitas yang ada, tentunya disesuaikan dengan emampuan kita, yakni berupa waktu yang tepat, buku yang sesuai, dan kapasitas untuk menguasainya.
11. Mengatur waktu
“Tiada waktu tanpa Membaca”
Adigium ini memang telah melekat pada diri orang-orang yang menagungkan membaca sebagai konsep hidup, namun dalam realitanya disadari memang di balik itu ada waktu tertentu yang kita tidak dianjurkan melakukan proses membaca yang bilamana dipaksankan akan berakibat fatal, yaitu muncul sifat malas dan bosan membaca. Oleh karena itu kita dianjurkan selektif dalam mencari waktu dan selalu membawa buku dengan tujuan membaca.
12. Mulailah setahap demi setahap
Membaca berarti mengambil atau memahami arti dari bahan cetakan dan tulisan, karena itulah membaca memang memerlukan keterampilan tertentu bagi pembaca agar ia dapat memahami makna bacaan tertentu
13. Teratus dalam mengikat makna.
Tengsoe (1985:102) baca bukan sekedar melafalkan huruf-huruf akan tetapi lebih pada kegiatan jiwa untuk mengolah apa yang kit abaca. Mengolah dalam artian kita tidak harus menyerap begitu saja isi bacaan, yakni dengan system pencatatan yang tertata rapi, selalu mencatat keteraturan dan perhatian sangat dibutuhkan dalam segala aspek.
5. Tujuan membaca
Sadar ataupun tidak sadar kita membaca mempunyai tujuan yang khusus, yang tidak sama dengan tujuan membaca orang lain. Tentunya ada banyak macam tujuan dari kegiatan membaca sebagaimana dijelaskan Nuryatim Hadi Saputra (2004: 3). Adapun tujuan-tujuan membaca tersebut adalah sebagai berikut:
1. membaca untuk menemukan fakta-fakta
2. membaca untuk memperoleh ide-ide utama
3. membaca untuk mengetahui urutan sesuatu
4. membaca untuk menyimpulkan
5. membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasi
6. membaca untuk menilai atau mengevaluasi
7. membaca untuk membandingkan dan mempertentangkan
6. Ragam membaca
Ada berbagai cara dalam membaca yang dimaksudkan untuk memilih mana yang lebih efektif sesuai dengan kondisi pembaca dan kebutuhan. Menurut Nuryatim Hadi Saputra (2004: 32) ragam atau macam-macam dari cara membaca adalah sebagai berikut:
1. SQ3R
SQ3R adalah Survei, Quition, Read, Recile/recall, dan Review.
Survei atau disebut dengan pembaca.
Quition atau menyusun pertanyaan.
Read atau membaca sebagai langkah ketiga.
Recile atau recall sebagai fase pemberhentian sejenak atau beberapa lama sesuai kebutuhan.
Review sebagai fase pengulangan dan penelusuran kembali.
2. Skimming
Membaca secepat kilat, artinya menjelajahi keseluruhan isi buku dengan cepat
3. scanning
scanning adalah teknik membaca untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain atau langsung ke masalah yang dicari yaitu fakta dan informasi.
4. warp speed
warp speed adalah membaca dengan kecepatan tinggi.
7. Tehnik Dalam Membaca
1. Memilih bahan bacaan yang baik
Tentukan pilihan bahan bacaan yang baik disesuaikan dengan kebutuhan atau relevansi denga tujuan belajar yang bertujuan untuk menemukan fakta-fakta atau memperoleh ide-ide serta dapat mengklasifikasikan dan memperoleh pengetahuan yang optimal, karena menurut Jarwoto (2005:13)bahan-bahan bacaan memberikan keterampilan tersendiri pada pembaca
2. Memiliki frekuensi dan waktu dalam membaca
Frekuensi dan waktu dalam membaca merupakan bagian dari tehnik membaca, karena tempat dan suasana sekitar yang kondusif secara absolut menjadi stimulus terhadap kepuasan dalam membaca
Sejalan dengan itu (Rusyana,2005:04) berpendapat bahwa “ buku-buku atau bahan bacaan yang menunjang pada pendidikan di segala bidang dengan informasi yang lebih luas dan mendalam karena adanya waktu dan tempat yang menjanjikan untuk selalu membaca”

3. Kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya membaca.
Hal tersebut akan mendorong siswa untuk melakukan kegiatan membaca dan rela meluangkan waktunya untuk membaca, karena adanya usaha-usaha pembaca tersebut menunjukkan adanya kesadaran bahwa membaca itu penting.
4. Metode dalam membaca
Berikut kami haturkan beberapa tujuan membaca beserta bahan bacaan dan tehniknya (Saputra,2004:6)
No Tujuan Membaca Yang Harus dibaca Tehnik membaca
1 Membaca untuk menemukan fakta-fakta o Koran, buku, majalah
o Baca judul
o Baca bab yang menunjukkan fakta
o Baca kesimpulan
o Lihat gambar, table atau diagram
Bacalah dengan teliti alur permasalahannya.
Pahami setiap paragrap ide pokoknya dan contoh kongkrit yang disajikan oleh bacaan.
Garisbawahi kalau perlu dan catat yang penting.
2 Membaca untuk memperoleh ide-ide pokok utama atau ide pokok dalam bacaan Buku yang diperlukan :
o Lihat daftar isi
o Pendahuluan
o Bab-bab kunci
o Kesimpulan Perhatikan kata-kata kunci dan abaikan hal-hal yang tidak perlu.
Skimlah _aragraph demi paragraph.
3 Membaca untuk mengetahui urutan sesuatu. Buku yang diperlukan :
o Baca daftar isi
o Baca bab-bab yang jadi sasaran baca.
Baca kesimpulan Baca secara cepat dengan informasi yang disajikan.
Usahakan masalah yang kecil ditemukan untuk menemukan masalah yang besar secara berurutan.
4
Membaca untuk menyimpulkan Buku yang diperlukan:
o Baca simpulan di akfir buku dari suatu judul buku. Bacalah dengan teliti simpulan dari judul suatu buku. Temukan informasi penting di dalamnya.
5 Membaca untuk mengelompokkan atau klasifikasi. Buku, Koran, dan majalah :
o Daftar isi
o Baca yang menjadi sasaran bacaan Bacalah dengan cermat mana yang dianggap kelompok anggota dan kelompok X.
Kelompok anggota andai dengan anggota dan kelompok X tandai dengan X
Membaca untuk menilai atau evaluasi Buku, Koran, dan majalah :
o Daftar isi
o Bab yang menjadi sasaran bacaan
o Simpulan buku
o Daftar pustaka Bacalah dengan pelan dan teliti, temukan hal-hal penting dan cocokkan dengan masalah yang dihadapi
7 Membaca untuk membandingkan atau mempertentangkan Buku yang diperlukan:
o Daftar isi
o Baca yang menjadi sasaran bacaan
o Simpulan
o Table, grafik dan gambar
o Daftar pustaka Bacalah dengan cepat bab yang menjadi sasaran yang dibaca, tentukan masalah kemudian bandingkan dengan informasi

B. Kajian Tentang Prestasi Belajar
1. Pengertian Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah hasil maksimum yang diperoleh dari seseorang yang melakukan proses belajar. Prestasi belajar merupakan hasil penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas belajar. Ini berarti prestasi belajar tidak akan bisa diketahui tanpa dilakukan penilaian atas hasil aktivitas belajar siswa. Fungsi mengetahui prestasi belajar bukan saja untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa setelah menyelesaikan suatu aktvitas, tetapi yang lebih penting adalah sebagai alat untuk memotivasi setiap siswa agar lebih giat belajar, baik secara individu maupun kelompok. Dalam bahasan ini akan dibicarakan mengenai prestasi belajar sebagai hasil penilaian.
Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Kriteria keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan program pembelajaran dilihat dari kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa. Informasi ini diperoleh melaui kegiatan evaluasi. Evaluasi pada prinsipnya bertujuan ntuk meningkatkan kinerja dan tujuan, ini bisa dicapai jika ada tindak lanjut dari kegiatan evaluasi. Evaluasi akan memberikan informasi tingkat pencapaian belajr siswa, dan jika dianalissi lebih rinci akan diperoleh nformasi tentang kesulitan belajar siswa, yaitu konsep-konsep yang belum dikuasai oleh sebagaian besar siswa. Informasi inilah yang harus digunakan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian yang diselenggarakan oleh guru mempunyai banyak kegunaan, baik bagi siswa, sekolah, ataupun bagi guru sendiri. Bagi siswa hasil tes yang diselenggarakan oleh guru mempunyai banyak kegunaan, antara lain:
– Mengetahui apakah ia sudah menguasai materi pembelajaran yang disajikan oleh guru;
– Mengetahui bagian mana yang belum dikuasainya, sehingga ia berusaha untuk mempelajarinya lagi sebagai usaha dari perbaikan;
– Penguatan bagi siswa yang telah mempunyai skor tinggi dan menjadi motivasi untuk belajar lebih baik;
– Mendiagnosa kondisi siswa (Sumiati dan Asra,2008:200),

Informasi keberhasilan belajat siswa dalam aspek kognitif dan psikomotorik diperoleh melalui penilaian, sedangkan aspek afektif diperoleh melalui angket dan penagamatan kelas.(Sumiati,Asra, 2008: 200)
Penilaian mencakup semua cara yang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu. Penilaian berfokus pada individu, yaitu prestasi belajar yang dicapai oleh individu. Proses penilaian meliputi pengumpulan bukti-bukti tentang pencapaian belajar peserta didik. Bukti ini tidak selalu diperoleh dari hasil tes saja, tetapi juga bias dikumpulkan melalui pengamatan atau laporan diri. Penilaian memerlukan data yang baik mutunya sehingga perlu didukung oleh proses pengukuran yang baik.(Arrasyid, Mansur, 2008: 8)
Bagi lembaga pendidikan yang mengetahui, bahwa prestasi belajar binaannya ternyata masih rendah menurut standar penilaian dunia pendidikan, maka lembaga tersebut dapat memperbaiki strategi evaluasinya, yang kemungkinan belum menyentuh metri pelajaran yang telah diberikan. Atau perlu meninjau kembali strategi proses interkasi belajar mengajarnya guna untuk memperoleh proses interaksi belajar mengajar yang kondusif dimasa mendatang. Hal ini sudah barang tentu akan melibatkan guru dalam menanganinya, sebab dalam penyampaian materi pelajaran dan pelaksanaan evaluasi, gurulah yang lebih banyak bergelut di dalamnya.
Sementara dalam pelaksanaannya, untuk menentukan tingkat keberhasilan dalam melakukan evaluasi digunakan acuan (Reference). Kita membedakan acuan itu dalam dua macam, yaitu :
– Acuan Norma atau Penilaian Acuan Norma (PAN) atau norm Reference Evaluation adalah penilaian yang menggunakn norma keberhasilan kelompok sebagai batu ukuran;
– Acuan Patokan atau Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Criteria reference Evaluation adalah penilaian yang menggunakn suatu Patokan (criteria) sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan dalam evaluasi. (Sumiati,Asra, 2008: 202)

2. Indikator prestasi belajar
Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah psikologi yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun demikian pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid, sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible [tak dapat diraba]. Oleh karena itu, yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cupklikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.
Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa sebagaimana yang terurai diatas adalah mengetahui garis-garis besar indikator [penunjuk adanya prestasi tertentu] dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur. (Syah, 2003;213)
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Setelah kepada siswa ditunjukkan suatu dorongan untuk belajar, entah oleh dia sendiri atau oleh guru, maka apa yang dilakukan oleh siswa untuk mencapai pelajaran itu dapat merupakan perbedaan antara belajar efisien dan penghamburan energi.
Sekadar mengalokasikan lebih banyak waktu adalah suatu cara yang tidak efisien untuk menambah prestasi belajar. Yang lebih penting adalah apa yang diperbuat oleh siswa dalam jangka waktu yang tersedia untuk meningkatkan prestasi belajar, perlu diadakan beberapa penilaian (judgements) mengenai :
1. Materi yang akan dipelajari
2. Prilaku dari siswa atau apa yang akan dilakukan oleh mereka untuk mencapai tujuan tersebut. (Anwar, 1986: 99)
4. Faktor-Faktor dalam belajar
Belajar adalah Key term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada perndidikan. Sebagai suatu proses belajar selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya pendidikan, karena demikian pentingnya arti belajar (Syah,2005:94)
Dengan demikian belajar bukanlah peristiwa yang dilakukan tanpa sadar, akan tetapi merupakan proses yang dirancang dan disengaja. Oleh karena itu belajar untuk mendapatkan suatu tujuan. Tujuan yang dirancang adalah tujuan yag disadari manfaat dan keguanaannya oleh setiap individu yang belajar. Oleh karena itu setiap individu yang belajar diharapkan dapat melihat heterkaiatan antara tujuan yang ingin dicapai dan faktor-faktor dalam belajar.
Sumiati dan Asra (2008: 59) menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor dalam belajar, antara lain :

a. Motivasi untuk belajar
Motivasi belajar adalah sesuatu yang mendorong siswa untuk berprilaku yang langsung menyebabkan munculnya prilaku dalam belajar.
b. Tujuan yang hendak dicapai
Tujuan pembelajaran adalah arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses pembelajaran
Sebagaimana motivasi, tujuan sebagai salah satu faktor yang terdapat dalam belajar seharusnya timbul dan ada pada diri siswa.
c. Situasi yang mempengaruhi proses belajar
Faktor situasi atau keadaan yang mempengaruhi proses belajar berkaitan dengan diri siswa, keadaan belajar, proses belajar, guru, teman, serta program belajar merupakan faktor yang mempunyai pertalian erat satu dengan ang lain. Ini semua merupakan komponen situasi (keadaan) belajar yang menjadi salah satu faktor penting dalam belajar.

5. Prinsip-prinsip belajar
a. Prinsip Umum Belajar
Menurut Wingu dalam Sumiati dan Asra (2008: 40) belajar didasarkan atas prinsip-prinsip berikut:
a. Hasil belajar sepatutnya menjangkau banyak segi
b. Hasil belajar diperoleh berkat pengalaman
c. Belajar merupakan suatu kegiatan yang mempunyai tujuan
b. Prinsip belajar pada aktivitas siswa
Menurut Sumiati dan Asra (2008: 41) prinsip belajar yang menekankan pada aktivitas siswa, antara lain :
a. Belajar dapat terjadi dengan proses mengalami.
b. Belajar merupakan transaksi aktif
c. Belajar secara aktif memerlukan kegiatan yang bersifat vital
d. Belajar terjadi melalui proses mengatsi hambatan(masalah)
6. hubungan antara minat baca dengan prestasi atau hasil
Membaca memang tidak hanya sekedar hubungan timbal balik individu secara total dengan informasi simbolik, namun membaca harus mampu mentransfer dan memperluas informasi sendiri. Oleh karena itu membaca biasanya merupakan aspek visual belajar dan di dalamnya terdapat pengenalan asimulasi intra integrasi, penyimpanan, mengingat, dan komunikasi. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa membaca itu merupakan suatu proses untuk mendapatkan informasi yang utuh, lengkap dan jelas. Membaca dikatakan suatu proses karena di dalamnya terdapat tahapan-tahapan yang dapat dilakukan secara bertahap atau bersamaan. Suatu proses menuntut agar segala sesuatu yang berbentuk umum dapat diketahui dengan satu kesatuan makna atau pesan yang ditulis dapat dipahami dengan proses membaca itu tadi.
Apabila proses membaca berjalan dengan baik maka pesan yang tersirat atau tersurat dalam bacaan akan lebih mudah ditangkap, dipahami, dan dimengerti oleh pembaca. Jika proses belajar berjalan dengan lancar, maka hasil yang akan didapat dari kegiatan membaca itu akan baik. Sehingga tujuan dari membaca dapat dicapai dengan sempurna.(Saputra, 2004: 2)
Keberhasilan dalam membaca dengan tingkat pencapaian yang tinggi akan memberikan pengaruh yang besar pada hasil belajar siswa. Hal tersebut didapat karena diantara faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah ketekunan belajar yang diantaranya dipengaruhi oleh minat membaca.

.

About zaencaem

life is goog and life need impormation

Posted on 1 Januari 2012, in Tak terkategori. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: