Metode Amsal

BAB I
Pendahuluan
A. Latar belakang
Tidakkah berlebihan jika ada ungkapan ”metode lebih penting dibandingkan materi” karena sebaik apapun tujuan pendidikan jiak tidak didukung oleh metode yang tepat, tujuan tersebut sangat sulit untuk dapat tercapai dengan baik, sebuah metode akan mempengaruhi sampai dan tidaknya informasi secara lengkap atau tidak.
Oleh sebab itu pemilihan metode harus dilakukan secara cermat disesuaikan dengan berbagai factor terkait, bsehingga hasil pendidikan dapat memuaskan.
Hal ini telah diperaktekkan oleh Rasulullah SAW, disaat mengajar nnilai-nilai Islam terhadap sahabatnya, beliau sangat memperhatikan situasi dan kondisi para sahabatnya, sehingga para sahabatnya memahami dan mengaplikasikan nilai-nilaiIslam secara baik kaffah. Dengan adanya latar belakang di atas maka timbullah beberapa rumusan masalah sebagai berikut.
B. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan di dalam makalah ini, dirumuskan permasalahan yang akan menjadi sasarn pembahasan didalam makah ini, sebagamana berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan metode amtsal?
2. Ada berapakah amstal dalam Al-quran?
3. Apa tujuan amstal didalam Al-quran?
C. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui maksud dari metode amstal
2. Mengetahui macam-macam dari metode amstal dalam Al-quran
3. Mengetahui tujuan amstal didalam Al-quran

BAB II
Pembahasan
A. Maksud Metode Amstal
Metode amstal diambil dari dua kata, yaitu Metode yang berarti “Jalan” atau “Cara” dam amstal yang berarti “Perumpamaan” atau “Contoh” , jadi metode amstal adalah cara mengajar yang mana guru menyampaikan sesuatu dengan cara menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengkongkritkan sesuatu makna yang abstrak.
Metode ini sering digunakan guru untuk menyampaikan materi pembelajarannya supaya peserta didiknya mengetahui dan memahami materi pembelajaran dengan baik dan metode ini sering dilakukan oleh Rasulullah SAW, kepada sahabat-sahabatnya. Dalam sebuah hadits disebutkan :
عن ابن عمر رضي الله عنه قال .قال رسول الله صلى الله عليه وسلم. ضل اعنا فق كضل الشاة العاسرة تعير بين تعير الى هذه مرة والى هذه مرة
Artinya : tersesatnya orang munafik itu bagaikan kambing yang bungung diantara kambing-kambing yang lain ia bolak balik kesana kemari.
Haditst diatas tergolong syarif marfu’ dengan kualitas perawi yang sebagai tergolong siqoh dan siqoh stubut. Dan siqoh hafidz, sedangkan Ibn Umar adalah sahabat Rasulullah SAW, menurut At-tibby (1417 H X.I 2634) orang-orang munafik karena mengikuti hawa nafsu untuk memenuhi sahwatnya diumpamakan seperti kambing. Tidak tetap pada satu betina tetapi terbolak bali pada keduanya. Hal tersebut diumpamakan seperi orang munafik yang tiadak konsisten terhadap komitmen perumpamaan tersebut dilakukan oleh Rasulullah SAW. Sebagai satu metode pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada sahabat, sehingga meteri pelajaran dapat dicerna dengan baik.
B. Mcamimacam Amstal dalam Al-quran
Berikut ini adalah macam-macam Amtsal didalam Al-quran
1. Amstal musarrahah
Amstal yang jelas yakni yang jelaskan menggunakan kata-kata perumpamaan atau kata yang menunjukkan penyerupaan contoh surat An-nahl ayat 75-76
     •       •       •            
                               
2. Amstal kaminah
Amstal kaminah yaitu amstal yang tidak menyebutkandengan jelas kata-kata yang menunjukkan perumpamaan, tetapi kalimat itu mengandung pengertian yang mempesona dengan pengertian yang mempesona sebagaimana terkandung dalam ungkapan-ungkapann singkat seperti didalam Al-quran aurat Al-baqarah ayat 68
            •             
3. Amstal Mursalah
Amstal mursalah yaitu kalimat-kalimat Al-quran yang disebut secara lepas tampa dijelaskan redaksi penyerupaan, tetapi dapat digunakan untuk penyerupaan seperti didalam Al-quran surat Yusuf ayat 51
    •      •                     
Amstal didalam Al-quran yaitu:
a. Menampilkan suatu yang abstrak (yang hanya ada dalam pikiran) kedalam suatu yang kongkrit/material yang dapat dibaca oleh indra.
b. Menyingkap makna sebenarnya dan mempoerlihatkan hal yang ghaib melalui pemaparan yang nyata.
c. Menghimpun arti yang indah dalam ungkapan yang singkat sebgaimana yang terlihat dalam Amstal kaminah dan Amstal Mursalah.

DAFTAR PUSTAKA
• Anwar, Rosihan. 2000. Ilmu Tafsir. Bandung, Pustaka Sastra.
• Izzan Tekstual dan KontekstualAl-quran . Bandung. Tarakkar

About zaencaem

life is goog and life need impormation

Posted on 4 Januari 2012, in Tak terkategori. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: